Seseorang syekh, sahurnya tak mau makan nasi, beliau memilih bubur dan sawi. Padahal nasi lebih mengenyangkan.
Muridnya terheran lalu bertanya "Wahai syekh, mengapa engkau tidak makan nasi?"
Syekh pun menjawab "aku sudah estimasi, jika aku makan nasi, aku harus mengunyahnya, dan aku akan kehilangan 70 istighfar-ku. Sedang bubur ini tak perlu dikunyah, aku tetap bisa beristighfar sambil menelannya."
Ketika ada seseorang yang menggunakan waktu Ramadhannya seproduktif itu. Pertanyaanya, "Kita sedang kemana?"
Mungkin, saat sahur, kita terlalu sibuk mengenyangkan perut dengan berbagai lauk pauk, menonton televisi acara tak mutu, atau jangan-jangan kita masih kepluk tidur. Sedang kita tahu, kebaikan digandai berkali lipat , dalam Ramadhan ini. Ah, kita terlalu banyak menyia-nyia.
Komentar
Posting Komentar