"Secara impulsif, menerima ajakan menari Ratoh Duek tiga bulan lalu."
Mimpi yang belum terlaksana dari dulu semenjak bergabung di Unit Kebudayaan Aceh (UKA) adalah ingin sekali menari Ratoh Duek yang sering orang-orang kira tari Saman,
padahal tari Saman sebenarnya dibawakan oleh laki-laki. Sedangkan yang dibawakan oleh penari perempuan, namanya Ratoh Duek. Berbagai macam
prioritas jadi alasan cuma sempat bantu-bantu sedikit di unit ini, pada akhirnya memutuskan pergi, hilang kontak dengan teman-teman disini. Padahal belum sempat eksekusi mimpi dan mengenal mereka secara mendalam.
Secara tiba-tiba, temanku Matul, si penari Ratoh, main ke Bandung. Matul ngajak bertemu Ical, anak kampusku yang notabene teman lamanya. Ternyata, Ical yang dimaksud itu Ical anak UKA yang satu angkatan denganku. Huh, suatu kebetulan! Ngobrol-ngobrolah kami disitu. Ical ngajak ke sekre UKA karena Matul penasaran banget dengan Ratoh disini, dibuka koleksi kostum Ratoh-nya UKA yang bahkan saya nggak pernah lihat karena keburu minggat ehehe. Terus nyobain sekalian kostumnya. Jadi ingin nari!
Rasanya, malu banget udah lama nggak main ke Sekre.Tapi Ical dengan santai dan responsifnya malah ngajak nari! Berhubung UKA baru mulai setting pagelaran Gelar Budaya Aceh (GBA), jadi masih nyari pengisi penari dan pemain buat pagelaran. Sempat sedikit ragu, karena nggak pernah belajar nari Ratoh sebelumnya, sudah mendekati sidang TA dan malu juga sih tau-tau nongol padahal udah lama gak kesini :")
Akhirnya, secara impulsif menerima ajakan menari tiga
bulan lalu. Kangen manggung kayaknya (?) haha. Meski sudah pensiun menari sih dari dua tahun lalu terutama performing art, tapi semoga tari ini bisa dinilai ibadah ya karena arti dari tari Ratoh Duek ini sendiri adalah Ratoh(doa) dan Due(duduk) yang berarti duduk sambil berdoa yang isinya pujian kepada Allah dan sholawatan kepada Rasululloh dalam bahasa Aceh.
Alhamdulillah pujo keu Tuhan, Yang peu jeut alam langet ngon donya Teuma seulawet ateuh junjungan, Panghule alam Rasul ambiya
Pada prosesnya, belajar nari Ratoh Duek ini susah-gampang. Kadang merasa nggak enak kalau nggak hafal-hafal apalagi paling lemot sendiri diantara yang lain. Tapi tim Ratoh ini sabar banget ngajarin saya, namanya nari kelompok ya harus bisa sama-sama, nggak ada yang lebih jago, nggak ada yang lebih jelek.
Hal yang menarik adalah saya jadi bisa observing karakter orang-orang Aceh yang kental dengan agama dan budaya mereka. Mereka orang-orang yang agamis dan menjunjung pride budayanya. Kerasa banget kekeluargaan diantara mereka sebagai anak-anak rantau Aceh di Bandung. Rasanya senang ngeliat anak-anak muda yang berjuang menjaga budaya lokal, apapun itu bentuknya, baik masih menggunakan bahasa lokal mereka, concern dengan aset budaya lokal mereka (tarian, pakaian, dsbg) bahkan lebih kerennya lagi berusaha mengenalkan budaya Aceh kepada khalayak awam.
Paling berkesan buat saya adalah Drama Tsunami 2004. Saya sangat mengapresiasi mereka yang bisa mengangkat lagi cerita sedih bagi orang-orang Aceh. Nggak mudah melupakan tsunami, saya melihat setiap seusai menonton latihan gabungan drama beberapa dari mereka menitikan air mata, meski yang dihadapan mereka hanyalah sebuah pentas drama tapi memori itu tetap terkenang.
Dimalam Gelar Budaya Aceh 18 Maret 2018 kemarin, penampil Ratoh Duek-Rapa'i Geleng-Ranub-Drama Tsunami Aceh 2004, mendapat gemuruh meriah tepuk tangan penonton dan pujian kata-kata. Alhamdulillah, GBA sukses! Perasaan yang saya rasai, terharu banget, jadi semakin sayang kepada Indonesia dengan segala keberagamannya, terutama Aceh
Ah, terimakasih ya teman-teman UKA, telah memberikan pengalaman berharga untuk saya, seorang outsider yang tidak tahu apa-apa tentang budaya aceh,
tidak pernah menari Ratoh Duek, tidak pernah menarikan tari tradisional Indonesia di atas panggung, Terimong Geunaseh!



Aaa kak naaad, janlup dtg makrab yaaa april ini 😍😘😘
BalasHapusiiih smogaa aku luang yaaaaa {{}}
HapusKaaaakkk kok terharuuu :") mantaaapppoo
BalasHapus:") :") :")
Hapus:")) ada foto kamiii
BalasHapusKak nad daebak!!
wkwkwkwk iyaa donggg B-)
Hapusmakasih akiiiil
BalasHapus