Lulus

Aku lulus juga di tahun ke 4,5! Ya memang kelebihan setengah tahun, karena sempet ngulang di tahap pra Tugas Akhir.

Awal tahun lalu dibuka dengan sedih-sedihan, karena harus nerima keputusanku sendiri buat ngulang pra-TA. Saat itu, kondisi dimana sedang jatuh banget, dua tahun terakhir diuji bbrp permasalahan yang nggak bisa diceritakan disini. Lalu iman lagi melemahan, jadilah lembek. Bisa dikatakan aku mengalami 'depresi'. Sulit buat berbagi, nggak tau mau bicara dengan siapa. Ngerasa sendirian padahal punya banyak teman. Rumah pun nggak bisa dijadikan tempat pulang saat itu, karena rumah pun punya masalahnya sendiri. I feel guilty, useless, negative a lot of time.


Suatu ketika aku merenungi, pasti ujian ini diberikan untuk membuat aku lebih baik lagi. Dan aku tidak tenang karena ruh-ku haus akan kedekatan dengan-Nya, mungkin selama ini jauh.

Ternyata setelah melewatinya, ujian ini diganti dengan nikmat yang luar biasa. Aku nggak nyangka, TA ini semakin memperkuat passion-ku. Dari TA ini aku dapet kesempatan ikut acara di Pemerintahan lalu ketemu orang-orang hebat. Dapet wejangan dari kakak-kakak alumni. Didosbingi Bu Tita, desainer fav-ku yang cerdas dan super sabar. Dapet proses belajar meriset. Belajar, belajar dan belajar lagi. Ngambil skripsi ini sempet diremehkan oleh bbrp pihak. Tapi Alhamdulillah, bisa membawa nilai yang baik bersama teman-teman lain.
.
Mungkin suatu hari aku akan menceritakan lebih lengkap, bukan untuk menyebarkan cerita sedih, tapi karena aku agak sentimentil bertemu dengan teman-teman yang sedang punya permasalahan akademik. Entah faktor penyebabnya masalah keluarga, ekonomi, sosial atau pribadinya sendiri. I would to say "I feel you too....." Tapi percayalah tiap peristiwa itu punya makna, tiap permasalahan punya jalan keluar dan hikmah. And I feel free for sharing!

Solusi terbaik menurutku adalah merenungi, "Berapa dekat jarakmu dengan Tuhanmu?" karena apalagi yang bisa menenangkan hati secara hakiki selain dengan mengingat-Nya? .
"...Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’du : 28).
.
Terimakasih Allah, Tuhanku atas nikmatMu yang tak bisa aku ukur

Komentar