Dunia Tidak Berharga

Saya pernah bertemu perempuan yang main di masjid mulu. Paling suka tilawah atau hifzul qur'an. Jilbabnya gondrong, pandangannya menunduk sering kali terus suaranya kecil banget. Paling nggak suka kegiatan organisasi yang menganggu kegiatan yaumil amalnya, sebelum magrib diusahakan pulang ke kosan karena anti banget pulang malem.Terus saya pernah nyibir mereka. Ah iya sih mencoba nahi munkar tapi main aman banget, coba dong eksplor kegiatan luar ibadah tuh nggak cuma buat diri sendiri loh, buat nyebarin ke orang lain juga penting makanya jangan diam di masjid terus.

Saya pernah ketemu orang yang nggak butuh jabatan dalam kepanitiaan,  mengorbankan yang dia pumya untuk orang lain, nggak suka tampil di depan umum api dia siap sedia ketika dibutuhkan.
Terun saya pernah heran sama orang ini, apa salahnya tampil di depan? Bukan bermaksud riya juga. Toh kamu banyak nerkorban juga.

Saya pernah ketemu orang yang nggak terlalu ambisius mencapai suatu tujuan. Hidupnya samtai. Jadi orang biasa nggak masalah. Tapi orang yang fokus nengerjakan sesuatu dan bertanggung jawab dengan tugasnya. Dibalik itu ibadah hariannya sangat kencang.Terus saya pernah kesel. Apa prinsip hidup tuh harus punya target. Biar mimpinya tercapai.

Tapi sepertinya saya salah besar. Perempuan itu mungkin sudah berdakwah pada orang lain dengan memperlihatkan perbuatannya neribadah, orang itu mungkin jangan berpikiran riya, tapi merasa untuk apa mempublikasikan sesuatu toh orang merasa manfaat dari nya, orang itu mungkin yang tidak punya oencapaian dunia samgat fokus dengan pencapaian akhiratnya. Toh buat apa bersusah payah jadi seseorng di dunia sedangkan tidak bernilai di mata Nya.
Mereka ini sudaj terlalu lelah mengejar yang sebenrnya fana. Dunia tidak ada apa-apanya, dunia tidak berharga sama sekali. Zuhud tingkat tinggi. Ketika tidak terlalu.minat dengan kemujur-mujuran dunia. Malas berharap atau berangan bukan berjuang.

Komentar