Peringatan untuk Kamu yang sedang Lalai

Hari ini kampusku bahagia, tapi....

Hari ini kampusku menggelar wisuda. Sudah sepatutnya aku hadir karena hampir setengah teman-teman angkatanku diwisuda. Seperti biasa fakultas kami, Fakultas Seni Rupa dan Desain, memeriahkan dengan arak-arakan dan performance kecil. Sampai setengah acara, semua berjalan lancar saja. Aku pikir sepulang dari sini aku akan menulis tentang momen bahagia hari ini, niatnya ingin menulis surat-surat personal yang aku berikan utk teman-temanku

Tapi, 
Sekitar jam tiga sore tadi, gedung yang biasa aku pakai kuliah, yang tadi dijadikan tempat sementara syukuran wisuda, tiba-tiba runtuh seperempat bagian pada tiang sanggah bebatuan. Lalu menimpa teman-temanku sefakultas, angkatan setahun di bawah. Yang tercatat di broadcasting ada lima orang. Syukur beberapa dari mereka sudah bisa pulang dengan luka, ada satu orang yang belum sadarkan diri. Semoga cepat pulih. Berita tersebar cepat secara broadcast dalam kampus, beberapa(sedikit) media luar kampus juga menyebarkan. Banyak opini tentang gedung itu sendiri yang diragukan secara konstruksi. 


Nggak, bukan mau nambah-nambahin kehebohan. Tapi mau merenungkan lagi 


"Nikmat TuhanMu yang manakah yang kamu dustakan?"

Ketika dalam keadaan normal, sehat wal afiat, sewaktu-waktu kalau Dia mau cabut nikmat itu semudah mengedipkan mata. Mungkin karena kita lalai mensyukuri nikmatNya? 

Sepulang dari sini, scrolling grup sana-sini yang isinya kejadian ini. Cuma bisa diam dan merenungkan. Aku cuma berdiri beberapa meter dari tempat jatuhnya reruntuhan. Kalau Dia menukar posisi aku yang ada disitu...... 


Terimakasih Engkau sudah mengingatkan kembali!

Catatan untuk diri sendiri, yang semoga bisa mengajak orang lain merenungi.

Komentar