Mengejar Dunia

Suatu sore menjelang petang. Seseorang bercerita padaku mengenai buah pemikirannya. Ia punya impian, menjadi 'terkenal', tapi dunia ini pahit katanya. Jadi cara mencapainya tidak semudah itu.

Lalu aku bertanya dalam hati. Aku juga ingin 'terkenal' karena bisa jadi orang kaya, hidup serba terpenuhi,  bekerja sesuai profesi lalu melesat di profesinya. Jika aku ditanya, aku sangat ingin punya banyak uang. Mungkin bisa membantu orang lain, menaikkan haji ibu dan ayah, atau menjajani adik-adik apapun yang mereka inginkan.
Tapi, yakinkah saat sudah berada di titik itu kita sudah benar-benar merasa puas sedang manusia tidak pernah merasa puas?
Kita kadang lupa, bukan jadi kaya tapi berkecukupan lebih utama. Ketika sedang merancang target-target ambisi dunia kemudian terbentur sudah sampai mana merancang target-target ambisi ukhrowi? 
Ah dunia ini hanya sementara, betul-betul sementara 


*Renungan

Komentar