Ilalang yang disinari As-Syams(Matahari) pada waktu Dhuha(Pagi) "Demi matahari dan sinarnya pada pagi Hari" (As-Syams : 1) "Demi waktu ketika matahari naik sepenggal" (Ad-Dhuha : 1)
Sesungguhnya Al-Qur'an mengatur waktu-waktu manusia secara rinci lewat surat-suratnya. Dalam waktu pagi disebutkan manusia dipinta memohon perlindungan pada waktu subuh(Al-Falaq), kemudian setelah subuh terbitlah matahari pada waktu Fajar(Al-Fajr) agar memudahkan manusia memulai aktivitasnya, ketika mahatahari naik sepenggal pada waktu Dhuha(Ad-Dhuha) dipinta manusia bersyukur karena Allah berjanji akan mencukupkan rezeki mereka, kemudian datang waktu malam (Al-Lail) untuk menyerahkan jerih payah dalam haribaan kepada Allah agar bermanfaat yang diusahakannya di waktu Siang. Waktu manusia dirangkum dalam surat Demi Waktu(Al-Ashr) agar tidak lalai menggunakannya.
Selain itu, perintah Salat yang terbagi menjadi lima waktu adalah panggilan dari Allah untuk manusia. Waktu Subuh manusia berdoa sebelum beraktivitas, waktu Zuhur manusia beristirahat sejenak dari aktivitasnya, waktu Ashar dimana hari catatan amalan diambil sehingga manusia bersyukur atas keberkahan yang diterima di waktu siang, waktu Magrib manusia pulang dari aktivitasnya untuk menanggalkan pakaian dan beristirahat pada waktu Isya maka diaturlah adab bertamu tidak dianjurkan pada waktu ini. Kemudian waktu yang dikhususkan untuk Allah, Manusia bangun pada pertengahan malam(Qiyyamul Lail) untuk berdoa memohon ampun.
Islam mengatur waktu sedemikian rupa agar manusia selalu bersyukur dan meminta pertolongan pada setiap waktunya. Bahkan yang dikira sesederhana 'waktu' pun diatur dalam agama ini.
Tabarakallah, Islam such a perfect and great system.
Komentar
Posting Komentar