Hari ini cukup penat mengajukan beberapa judul proposal yang tertolak.
Menunggu dalam perjalanan angkutan umum
Di lampu merah simpang Dago bertemu dengan pengamen yang lebih pantas disebut musisi jalanan
Awalnya saya membenci karena akan membuat gaduh yang sedang membaca
Tapi beberapa detik kemudian jadi tersenyum
Ada dua musisi jalanan memainkan gitar dan harmonika yang lainnya memainkan biola
Kemudian menyanyikan lagu yang sangat ingin saya pelajari dengan gitar
Membuat saya rindu bermain gitar di kelas sekolah menengah
Lagu dangdut yang tak lazim namun asik
Karena kocekannya cukup menantang
Yang saya selalu berharap ada seseorang yang memainkan akustiknya
yang membuat orang-orang skitar ingin berdendang
Saya terpanah sejenak
Tadinya dua uang koin dirasa cukup tapi akhinya saya ganti dengan uang lembar abu
Terimakasih sudah menyanyikan lagu yang berbeda dan bermain dengan baik.
Komentar
Posting Komentar