Ada tiga orang, yang satu laki-laki, tapi tidak mau diajak berfoto. Omong-omong lupa nama mereka siapa, payah.
Mereka sedang menunggu dijemput ibu atau ayah. Dasar gaya! anak kecil nongkrong di museum.
Ada jalan pintas dari gerbang belakang museum ke sekolah mereka. Pantas sering dipakai lalu-lalang bahkan ada abang somay gerobak, saya kira ini daerah steril.
Ada jalan pintas dari gerbang belakang museum ke sekolah mereka. Pantas sering dipakai lalu-lalang bahkan ada abang somay gerobak, saya kira ini daerah steril.
“Foto yuk!” ajak kakak satu ini, sok kenal.
Terhitung dua kali, ke tempat ini. Setelah dua tahun lalu bersama Adis, Kezia dan Narul. Bedanya, sekarang ke tempat ini bersama orang lain. Sedikit kecewa, pameran musimannya belum dibuka. Tapi cukup senang karena bisa masuk ke galeri tetap, melihat karya asli seniman tempo jadoel!
Lukisan warna biru yang sedang dilihat itu, salah satu karya Seni Rupa Islam. Ketemu karya Ahmad Sadali juga, lukisan kapal, yang sering disebut-sebut dalam kelas bu Ira. Lumayan, demi ke Jakarta lalu rela bolos kelas tapi dapat pelajarannya di museum, maaf ya bu.
Di depan galeri, ada lukisan 2-dimensi. Jadi, foto dulu deh. Dan foto-foto capture lainnya.
(......)
Galeri Nasional, Jakarta
Kamis, 29 September 2016
Komentar
Posting Komentar