Diantar-jemput oleh Ayah

Dari Taman kanak-kanak sampai sebesar ini masih sering diantar dan dijemput oleh ayah. Diantar ke sekolah setiap pagi, sebelum masuk ke kelas ayah pasti bilang “Belajarnya yang pintar, ya sayang.” Lalu terkadang dijemput ketika pulang sekolah di sore hari, ayah sempatkan dari pekerjaannya. Sampai sudah kuliah di Bandung, biasa diantar dan dijemput di tempat travel oleh Ayah. Sebelum berangkat ke Bandung lagi pasti ayah suka mencium keningku terlebih dahulu, menunggu sampai bis travel berangkat dan melambaikan tangannya lewat kaca jendela ketika bis sudah jalan. Waktu dulu sering diantar main atau kerja kelompok ke rumah teman.Sebelum masuk FSRD, Ayah juga sering mengantar ke tempat Kursus Gambar yang jaraknya lumayan jauh dari Bekasi ke Jakarta.
Kadang-kadang suka membuat ayah menunggu lama. Ayah sudah sampai digerbang sekolah tapi masih di kelas, bukan segera pergi tapi malah belum memasukan barang-barang atau kelupaan asik ngobrol dengan teman. Yang membuat sedih, pernah suatu kali dijemput malam hari dari rumah teman, ayah jatuh dan luka kecil. Tapi, ayah tidak marah. Ya, banyak yang membuat ayah repot. Dan tidak menggubris pengorbanan ayah mungkin selama ini. Sekali lagi, tapi ayah tidak pernah marah bahkan menampakan lelah. Pernah saat aku bilang akan diantar pulang oleh teman laki-laki, ayah bilang “Ayah saja yang jemput ya”
Sekarang, sangat rindu diantar dan dijemput ayah. Ayah belum bisa membawa kendaraan. Kesehatannya belum pulih. Sebegitu senangnya dijaga dan dilindungin oleh laki-laki seperti ayah. May Allah give me a man who lovesssssssss me so much like my father do.

Komentar

  1. Sering-sering dong nulis tentang Ayah! hehe ayah kamu so sweet deh pas kamu diantar pulang sama temen laki2 eh dia mau jemput :')
    btw btw Aku lagi baca Sabtu Bersama Bapak hiks sedih.. Aku jd mau nulis atau mendokumentasikan sebanyak-banyaknya tentang ayahku.
    I think both of us are die-hard-fans of our daddy! <3

    BalasHapus

Posting Komentar