Tentang Angan

Manusia cepat berubah. Dari satu keingininan lalu ingin yang lain. Berusaha mendapatkan satu lalu dua sampai tiga. Maka, selalu dilingkupi rasa tidak puas. Bukan tidak boleh berambisi, malah seharusnya selalu haus. Tapi ada yang salah ketika ada rasa gusar dan ketakutan terhadap angan. Mungkin bisa ditelaah kembali tujuan dari angan kita untuk siapa? Terkadang ini yang suka ditinggal. 'Zuhud' angan manusia terlalu banyak tentang duniawi, tak sepadan dengan ukhrowi.
Atau angan duniawinya berjangka pendek, diniatkan untuk kehidupan dunia saja bukan dibentuk jangka panjang dalam rangka ibadah.

Ketika kamu mempunyai cita-cita sampai berhasil secara harfiah maka jika sudah tercapai tak ada yang perlu diperjuangkan lagi, namun ketika kamu mencita-citakan sesuatu sampai ke langit Tuhan, perjalannya masih panjang, kamu tidak akan berhenti menggapai sebab belum sampai.

Sadarkah semua berasal dan kembali padanya?
Kita hidup sbg antek Tuhan, bukan dikirim untuk sekedar bermain-main.

Komentar