Mungkin dalam perjalanan ke Madiun atau Yogyakarta. Melaju dengan kereta Kahuripan atau Sriwedari. Aku hanya tahu namanya, naik pun belum pernah. Aku jarang main, seperti kataku kemarin.
Aku dan Khayalanku bisa bertemu Dia di bangku yang sama. Tak menyadari kehadiran satu sama lain kemudian berakhir dengan sapaan yang tak terduga. Sehari atau beberapa jam saja bahkan. Aku dan Khayalanku ingin duduk di sebelahnya lalu mengajak dia bicara. Tentang kehidupan, politik dunia, bidang keilmuan. Hingga sinema kesukaan atau semisal yang ringan tentang udara di hari itu.
Hanya beberapa waktu, aku ingin tau tentang dirinya, sedikit saja. Cara bicaranya, gaya bahasanya, pola pikirannya.
Aku belum pernah bicara mendalam sedikit pun padanya, ironi. Lama mengagumi seseorang yang bahkan tak aku kenal.
Setelah itu Sang pemilik langit jingga boleh memutuskan suratan.
Pertemukan aku atau pun tidak di kemudian hari, itu lah yang nyata, bukan sebuah khayalan yang membuat aku tertidur nyenyak.
Aku dan Khayalanku hanya ingin tau Dia seperti apa. Bicara padanya di dalam gerbong kereta nomer 27.
Khayalan yang terbentuk setelah sesaat mengingatnya.
Tulisan lama pada
Bandung, 11 November 2015
Nadia Maghfira.
Aku dan Khayalanku bisa bertemu Dia di bangku yang sama. Tak menyadari kehadiran satu sama lain kemudian berakhir dengan sapaan yang tak terduga. Sehari atau beberapa jam saja bahkan. Aku dan Khayalanku ingin duduk di sebelahnya lalu mengajak dia bicara. Tentang kehidupan, politik dunia, bidang keilmuan. Hingga sinema kesukaan atau semisal yang ringan tentang udara di hari itu.
Hanya beberapa waktu, aku ingin tau tentang dirinya, sedikit saja. Cara bicaranya, gaya bahasanya, pola pikirannya.
Aku belum pernah bicara mendalam sedikit pun padanya, ironi. Lama mengagumi seseorang yang bahkan tak aku kenal.
Setelah itu Sang pemilik langit jingga boleh memutuskan suratan.
Pertemukan aku atau pun tidak di kemudian hari, itu lah yang nyata, bukan sebuah khayalan yang membuat aku tertidur nyenyak.
Aku dan Khayalanku hanya ingin tau Dia seperti apa. Bicara padanya di dalam gerbong kereta nomer 27.
Khayalan yang terbentuk setelah sesaat mengingatnya.
Tulisan lama pada
Bandung, 11 November 2015
Nadia Maghfira.
Komentar
Posting Komentar