Hari ini
Aku
Melihatmu...
dengan
Wajah tanpa daya upaya
Sorot mata teduh temaram
Tubuh hanya rebahan
Berlindung dalam selimut biru
Suaramu kaku, sedikit bergerak
Tiap jam, perawat masuk
Lalu kau menelan obat pahit
Dan bubur bayi yang tak enak
Atau diperiksa dengan alat
Hari ini
Aku
baru datang... ketika kau begini
Kabar hari lalu, buat aku tersudut di kegelapan malam
Mengabaikan udara yang mungkin sangat dingin
Terdiam dalam sekian menit
Mencoba menyeka kesalahan yang terlanjur tumpah
Sudah lama, jatuh dalam macam-macam rasa
Tenggelam dalam gemerlap kehidupan baru
Menyibukan rencana aktualisasi diri
Larut dalam bahagia bersama kawan sebaya
Kemudian merasa cukup kasih sayang
Hingga lupa, ada orang rumah yang merindu walau tak diucap
Maaf, Jika disini aku membohongimu yang katanya aku belajar dengan baik
Maaf, Jika menghubungimu sesekali dalam tiga hari bahkan seminggu
Maaf, Jika aku terlalu banyak bersenda gurau sedangkan kau bersusah payah
Maaf, Jika aku mendekati laranganmu soal masalah hati
Yang jelas, aku sudah disini, Aku cuma ingin kau senang, itu saja.
Oh Ayah......
Suatu saat daku akan bertemu dengan sesosok pangeran sebagai imam hidupku.
Namun, sejauh jalan menuju langit malam, kau tetap imam terbaikku, selalu.
Cepat sembuh, Ayah, yang sedang terbaring.
Komentar
Posting Komentar