Semalam kebangun, dan gak bisa tidur lagi. Iseng, akhirnya mutusin buat nonton film.
Film-film Indonesia jadoel sekitar tahun 2000an tuh entah kenapa asik aja buat ditonton.
Catatan Akhir Sekolah, Janji Joni, Serigala Terakhir, etc.
Inget film yang OST playlist-nya Peterpan pas masih booming-booming nya, Alexandria.
Ceritanya sih ya.. selayaknya cerita cinta biasa, emang drama di ending, tapi pas awal-awal lumayan lah, gak seburuk itu.
Singkat sinopsis, si Bagas keduluan temennya Rafi, memperebutkan satu cewek yang namanya Alex. Bla...bla...bla... Ada satu kalimat yang membuat cukup berpikir dan membuat terusik dengan kegalauan. Alex bilang, Karena Dia nunggu Bagas yang gak kunjung menyatakan cinta-nya, dia jadi sadar kalau Bagas gak benar-benar suka sama diri-nya, hanya menikmati perasaan itu sendiri. Nah loh? ini sedikit menampar, pasalnya ini mirip sama apa yang terjadi dalam hidup saya. 'Menikmati' itu yang selalu dilakukan ketika suka pada orang lain.
Tiba-tiba, jadi teringat pada orang itu. Ya, Dia!
Hahaha, kayaknya gak boleh gabut deh, apalagi sekarang lagi pulang ke Kota ini. Karena memori tuh terkadang suka tiba-tiba automatic play tanpa diminta.
Keadaan udah biasa kok, Semua sudah normal. termasuk hati. Dan bahkan, sedang tidak interest dengan hal ini, sama sekali.
Sekali lagi, mungkin emang harus sibuk buat membunuh waktu diam. Diam yang tidak-tidak.
Karena katanya, menjelang tahun ketiga adalah periode krusial.
Kesimpulan, ngidam sayur oyong pake bihun, udang dan jagung buatan Ibu.
HA HA HA
Undiscribe lah.
Undiscribe lah.
Jika bersama akan saling menyakiti.
Tidak usah diambil hati
Karena sudah tak ada hati
Bks, From Kota Alien
Komentar
Posting Komentar