10 tahun yang lalu, ketika Nadia kecil ditanya
"Nadia, cita-citanya apa?"
"Desainer" Yang dipikiran dia hanya satu, dia suka gambar, dan dia mau pekerjaannya menggambar.
Aku ingat, dia pernah bilang kalau besar nanti mau kuliahnya di ITB
Padahal dia gak tau, ITB tuh ada dimana, yang masuk manusia yang seperti apa, dan bahkan dia gak tau ada jurusan apa aja disana, ya anak kecil itu emang suka sok tau dan berkhayal...
Sekarang anak kecil itu sudah transformasi menjadi Nadia besar yang sudah punya impian.
Starting....
Semua dari hari 28 Oktober 2011, ketika kunjungan Study Tour Bandung, kalau bukan karena hari ini gak akan berpikir untuk kesana, FSRD ITB? That's what I look. How ' hard? Pas keluar gerbang satu pertanyaan keluar 'bisa gak ya?' Susah emang tapi kenapa gak nyoba?
Gue orang biasa yang gak pinter, gak cerdas dan gak beruntung, tapi gue pekerja keras, gue harus bisa naklukin tempat yang orang bilang susah masuknya, gue harus bisa buktiin kalau orang biasa juga bisa meraih sesuatu yang luar biasa dengan senjatanya, effort.
Sejak hari itu gue selalu mikirin si doi, dimana-mana teringat wajah doi, dia bagai magnet, daya tariknya kuat, Males belajar males gambar serba males sedikit, keinget, kalau gak sungguh-sungguh jangan nyesel gak bisa disana. Seorang motivator pernah bilang, 'kalau kamu mau masuk sana kamu tulis mimpi kamu di setiap tempat, biar mata kamu bisa lihat mimpi kamu dan masuk ke alam bawah sadar kalau kamu akan disana'
Dan yang membuat mimpi terwujud karena kamu sering memikirkannya dan bersikap positif'
Akhirnya gue taro deh di setiap sudut kamar, di tempat pensil, background gadget, di setiap buku, gue selalu coretin nama si doi, Anyplace Anytime gue liat dia mulu tapi gak ada rasa bosen, kalau inget dia jadi deg-degan, "kamu bakal disana nad...." lalu senyum sendiri. Setiap saat mikirin dia terus, ya masa-masa kelas 3 SMA apasih yang diiomongin kalau bukan masalah PTN. Setiap hari gue stalk timeline official akunnya, websitenya, baca-baca artikel, bener-bener udah kebius pesonanya. Berasa bakal masuk aja, yang gue selalu lakuin, gue selalu bayangin gue udah disana.Setiap minggu les gambar, lesnya di Jakarta, dan memang capek banget loh rasanya, pegel perjalanannya, udah pengen liburan di rumah hari minggu malah les, gak ada istirahatnya. Belum belajar UN, tugas, kalo dipikirin memang capek, dijalanin juga lebih capek lagi. Tapi kalau segini aja udah nyerah gimana bisa pantes berdiri disana?
Ada kalanya juga impian itu surut, gue ngalamin sendiri saat bener-bener down
Down karena komentar orang lain, atau memang karena udah gak sanggup maju
Sempet saat itu gue berpikir, "gambar gue gak seberapa"
Beberapa orang bilang "buat apasih kuliah desain? sambilan juga bisa, gak jadi desainer bisa kok tetep gambar" kata-kata ini nyelooos banget, gue sempet berpikir "iya ya?" kenapa? gue juga gak tau kenapa bisa milih jalan ini, "lo milih desain karena hobi nad?" enggak tau, enggak tau kenapa yang jelas sudah cinta banget sama impian ini. Gak tau lagi ngebedain ini memang obesi kah? ego kah?
Ada yang bilang "kamu enak nad, istiqomah banget sama mimpi kamu" tau gak? rasanya gue pengen ngomong, gue malah takut sama ke-konsisten-an gue, banyak manusia yang awalnya sangat setia tapi pada akhirnya dia ragu. Disaat detik-detik terakhir gue jadi manusia itu, manusia yang ragu sama apa yang udah dia perjuangin selama ini. Kalau tau, gue goyah disaat detik-detik pengunguman. ditambah beberapa faktor yang mengingankan gue di bidang lain, dan tekanan banyak banget di waktu itu.
Gue daftar ........, gue jadi fokus banget, maksa loh berdoanya sama Allah biar dapetnya di ...... Ya, FSRD dilupain deh, akhirnya gue terpuruk bukan karena sedih gak lolos tapi karena sedih ngecewain orangtua. Tanggal 24 menuju 27, 3 hari itu gue bener-bener pasrah, nangis sejadi-jadinya sama Allah :( Gue udah lupain dia, impian, cinta pertama, dan sekarang harus kembali lagi sama dia, apa dia mau nerima?
Jadi inget kata temen "Kalau berubah-berubah doanya nanti Allah juga jadi ragu loh ngabulin yang mana" Aaaa sudahlah sangat-sangat-sangat pasrah full sampai ujung, terserah Allah mau kasih aku dimana, aku pasrah.
Hari itu kalut, jam 5 timeline isinya pengunguman, dan hebatnya belum buka sama sekali
Pikiranku kosong, gak kepikiran optimis atau pesimis, datar, pasrah, ikhlas. Apapun yang terjadi itu jalan Allah.
Kalau jodoh emang gak akan kemana
Syukronlillah, Allahumma Sholli ala Muhammad wa ali Muhammad..
27 Juni 2013 Ya, Hari itu seperti balasan, balasan dari mimpi-mimpi selama ini
Tenyata Allah mempermudah jalan ini, bahkan dengan cara yang amat indah
Entah ini bisa dibilang Buah hasil atau jerih upaya tapi lebih tepatnya semua ini seperti Keajaiban, keberuntungan, kekuatan pasrah.
Kata ayah "Doa diijabah, Karena semua persyaratan Allah sudah terlaksana. Mungkin dari segala hal, keinginan kamu, Ridho ayah dan ibu, Doa kita semua....."
Ternyata memang ini impian, bukan sekedar obsesi, bukan ego, bukan khayalan anak kecil.
Dan ternyata kalau memang ada niat, seribu jalan menuju Roma pun kan datang menghampiri.
Ya, memang belum sampai di titik akhir, masih banyak jalan yang harus dilalui dan pastinya rintangan itu gak mungkin gak ada, ini baru gerbang menuju kehidupan sesungguhnya. Setelah ini persaingan baru akan dimulai.
Pesan untuk hari ini,
Jadi mulai dari sekarang, percayalah mimpimu, berjuang meraihnya, persiapkan hal terbaik dan hal terburuk, apapun yang terjadi adalah pasrahkan kehendak Tuhan yang penting kita sudah berdoa dan berikhtiar, orang yang bener-bener menyerahkan urusannya sama Allah tuh akan dibantu, dan yang terakhir adalah ikhlas!
I'm ordinary people but Nothing Impossible.
Aku punya mimpi, dan itu terwujud
Jadi, percayalah pada mimpimu
Karena bisa saja dia nyata
Semoga cerita ini bermanfaat! :)


keren banget nad cerita kamuuu :" :" :" menginspirasi! aku aja sampe netesin air mata loh bacanya :") *beneran ga boong!
BalasHapuscongratulation ya sayang {} aku ikut seneng pokoknya <3
Alhamdulillah ini ya perjalananmu nad ? Hehe
BalasHapus